Monday, December 3, 2018

Canangkan Kampung Anti-Narkoba

MAGELANG – Cukup lama di Kota Magelang tidak mencanangkan adanya Kampung Anti-Narkoba. Terakhir pada akhir November 2014 dicanangkan kampung serupa di Kelurahan Wates. Kemarin, Wali Kota Sigit Widyonindito mencanangkan secara resmi RW XI Paten Gunung, Kelurahan Rejowinangun Selatan, sebagai kampung anti-narkoba.

“Pencanangan ini sangat strategis, luar biasa. RW XI sangat berani mencanangkan, berinisiatif, dan berjuang untuk menjadi kampung anti-narkoba,” kata Wali Kota Sigit Widyonindito kemarin.

Pencanangan ini diharapkan mendorong kampung-kampung lainnya untuk berani melakukan hal yang sama. Sisi lain, pencanangan ini juga berarti mulai dari pamong kelurahan hingga masyarakat di bawah, memiliki niat yang bulat dalam mengikrarkan diri sebagai kampung bebas narkoba dan minuman keras.

“Harapan saya, tidak hanya RW XI Paten Gunung saja yang dicanangkan sebagai kampung anti-narkoba, namun juga kampung-kampung yang lain. Tujuannya tidak lain untuk menyiapkan anak-anak kita sebagai generasi bangsa terbaik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Kota Magelang Djatmo Wahyudi mengatakan, pencanangan kampung anti- narkoba ini berdasarkan sejumlah peraturan. Di antaranya UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Permendagri Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, dan Perda Kota Magelang Nomor 13 Tahun 2017 tentang APBD Kota Magelang.

“Pencanangan kampung anti-narkoba ini merupakan salah satu wujud pembinaan bagi masyarakat Kota Magelang dan upaya fasilitasi aspirasi warga yang peduli terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” jelas Djatmo.

Selain itu, pencanangan kampung anti-narkoba ini juga dalam rangka membentuk jejaring anti-narkoba sejak dini yang dimulai dari tingkat paling bawah. Diharapkan kepedulian masyarakat terkait penyalahgunaan penggunaan narkoba akan meningkat. (dem/laz/er/mg3)

Sumber:
https://www.radarjogja.co.id/2018/12/01/canangkan-kampung-anti-narkoba/
Share:

Friday, November 30, 2018

Kampung Anti Narkoba di Batuaji Akan Diresmikan Kapolresta Barelang

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, direncanakan akan meresmikan langsung kampung anti Narkoba di kompleks Taman Lestari Batuaji, pada Minggu (2/12/2018) yang akan datang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Jumat (30/11/2018).

"Hari Minggu yang akan datang acara peresmian akan kita laksanakan sekitar pukul 8.00 WIB, Kapolres langsung yang resmikan,"kata Syafruddin.

Sebelum acara peresmian kampung antinarkoba dilaksanakan acara akan dilaksanakan dengan jalan santai yang dimulai sejak pukul 06.00WIB.

"Nanti setelah selesai jalan santai kita akan laksanakan pengundian hadiah,"kata Syafruddin.

Untuk pengambilan kupon undian panitia sudah mengatur pembagian kupon dimana.

"Jadi kuponnya dibagikan bagi peserta jalan santai di salah satu titik di rute jalan santai, jadi kita tidak bagikan kupon sebelum hari H, dan yang mendapatkan kupon juga adalah peserta jalan santai,"kata Syafruddin.

Dia juga mengatakan untuk masyarakat Batuaji yang ingin mendapatkan kupon harus ikut jalan santai.

"Untuk hadiahnya sangat banyak, hadiah utama ada dua mesin cuci dan masih banyak hadiah lainnya," kata Syafruddin.

Rencana pembentukan kampung anti narkoba itu sudah sejak lama menjadi ide bagi Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

"Rencana pembuatan kampung ini bertujuan agar masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungannya," kata Syafruddin.


Dia juga mengatakan dengan adanya kesadaran masyarakat menjadi diri sendiri maka kenyamanan dan keamanan bagi diri sendiri terjamin, dan ini nantinya dampaknya terhadap lingkungan dan juga masyarakat lainnya.

"Ini baru yang pertama, kita berharap kampung lain, bisa mengikutinya,"kata Syafruddin. (ian)


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Apa Itu Kampung Anti Narkoba di Batuaji yang Akan Diresmikan Kapolresta Barelang?, http://batam.tribunnews.com/2018/11/30/apa-itu-kampung-anti-narkoba-di-batuaji-yang-akan-diresmikan-kapolresta-barelang.
Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Share:

Wednesday, November 7, 2018

Fasilitasi Terbentuknya Lima Kampung Anti Narkoba

Desa Merdeka – Kendal : Belum lama ini di Kabupaten Kendal terbentuk ada lima kampung anti penyalahgunaan narkoba. Hebatnya, pembentukan itu dilakukan diakhir Oktober hingga awal November.

Pembentukan itu merupakan  bagian dari kegiatan dukungan dan fasilitasi pegiat anti narkoba dan pemberdayaan peran serta masyarakat oleh BNNK Kendal melalui APBN 2016.

“Tentu tak serta merta kita bentuk lima kampung anti penyalahgunaan narkoba itu begitu saja. Tetapi, sebelumnya telah melalui proses perjalanan yang cukup panjang. Karena ada syaratnya yang harus dipenuhi hingga akhirnya lima kampung itu dinobatkan sebagai kampung anti penyalahgunaan narkoba,” kata  Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kendal Sapto Nugroho, kepada Radar Pekalongan, Senin (7/11).

Sapto mengungkapkan, salah satu misi BNN dalam menekan angka laju peredaran dan penyalahgunaan narkoba adalah mengikutsertakan komponen masyarakat dalam upaya P4GN. Seperti pembentukan kampung anti penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya, BNNK Kendal sudah lebih dahulu memfasilitasi terbentuknya kampung anti penyalahgunaan narkoba di tiga rukun tetangga (RT) yakni Kampung Melati, Mawar, dan Kampung Bakung di Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kota Kendal dan kampung anti penyalahgunaan narkoba di Dusun Jetak, Kecamatan Singorojo.

“Kalau ditambah dua itu, totalnya ada tujuh kampung anti penyalahgunaan narkoba yang sudah dibentuk tahun ini. Lima kampung anti penyalahgunaan narkoba yang baru-baru ini dibentuk adalah di Desa Salamsari, Kecamatan Boja; Desa Gajahoyo, Kecamatan Rowosari; Blok D Perum Kaliwungu Permai, Kecamatan Kaliwungu Selatan; Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal dan Desa Penaruban, Kecamatan Weleri,” ungkap dia.

Sapto menyatakan, kegiatan saat pembentukan kampung penyalahgunaan anti narkoba itu diisi dengan jalan sehat kampanye kreatif stop narkoba, branding kampung, pos kampling, ikrar, sosialisasi, bentuk kader P4GN, deklarasi pondok sebagai tempat rehabilitasi mental tradisional, hingga pelaksanaan tes urine, lomba masak sehat antinarkoba, dan hiburan barongan anak-anak. Terkait hal itu, lanjutnya, dalam pelaksanaanya, dukungan ini merupakan stimulan yang sangat kecil dibandingkan dengan apa yang dilakukan masyarakat yang digarap menjadi sasaran kegiatan.

“Hal ini dibuktikan dari besarnya antusiasme warga kampung dalam mewujudkan kampungnya sebagai kampung anti penyalahgunaan, baik dari sisi pendanaan maupun tenaga dan dukungan moral lainya. Sebagai pelaksana dilapangan adalah volunteer ditiap kecamatan dan pegiat anti narkoba,” tutur dia.

Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie, menegaskan, saat ini negara dinyatakan dalam keadaan darurat narkoba, dan nyaris tidak ada wilayah di negeri ini yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Namun begitu, upaya untuk menumbuhkan keberanian, kemauan dan partisipasi masyarakat untuk membentengi lingkungannya sendiri dari penyalahgunaan narkoba ini harus terus diupayakan. Perlu juga disampaikan, sebagai bagian program kerja BNNK Kendal tahun 2016 salah satunya adalah rapat kerja pemetaan daerah rawan penyalahgunaan narkoba, pengembangan kapasitas kader untuk pegiat anti narkoba dan volunteer melalui TOT serta workshop.

“Sebagai tolak ukur kegiatan diwujudkan dengan pembentukan kampung anti penyalahgunaan narkoba di wilayah kerja mereka dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” tukas dia.

Sharlin menambahkan, pembentukan kampung anti penyalahgunaan narkoba itu sebagai bentuk media untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat hingga kemudian mampu menolak dan mengatasi masalah yang muncul. (radarpekalongan.com)

Sumber:
http://desamerdeka.id/fasilitasi-terbentuknya-lima-kampung-anti-narkoba/
Share:

Friday, July 20, 2018

BNN Canangkan Kampung Antinarkoba di Kota Tegal

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal mencanangkan Kampung Anti-Narkoba di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jumat (20/7/2018).

BNN tergerak untuk canangkan kampung tersebut lantaran kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang kian mengkhawatirkan di daerah tersebut.

Kepala BNN Kota Tegal, AKBP Windarto, menyebutkan bahwa di Kelurahan Panggung, merupakan zona merah penyalahgunaan narkoba di Kota Tegal.

"Ini merupakan Kampung Anti-Narkoba pertama di Kota Tegal. Mudah- mudahan menjadi embrio untuk meminimalisasi kasus penyalahgunaan barang haram itu," kata Windarto.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan pihaknya, dari semua kelurahan yang ada, Panggung merupakan kelurahan dengan kasus terbanyak sehingga masuk dalam zona merah.

Maksud dari zona merah, kata dia, bukan berarti ada temuan pelanggaran di kelurahan itu. Namun, lebih kepada pelaku yang ditindak, kebanyakan merupakan warga Panggung.

"Jadi kalau zona merah itu, bukan berarti penindakannya dilakukan di sini, tapi lebih kepada orang- orang yang ditindak itu warga sini. Kalau penangkapan atau temuannya bisa di jalan atau daerah lain," jelasnya.

Windarto bertekad menjadikan kelurahan itu zona hijau atau bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, ia meminta kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk bersama- sama memerangi narkoba mulai dari diri sendiri, keluarga, dan orang- orang terdekat.

Pencanangan Kampung Anti-Narkoba ditandai dengan penandatanganan plakat komitmen memberantas narkoba yang dilakukan Kepala Kesbangpolinmas Kota Tegal, Camat Tegal Timur, Lurah Panggung, Danramil, Kapolsek, serta ketua RW.

Selain itu, juga pemasangan papan nama Kampung Anti-Narkoba di RW 001 dan RW 002 dan pembacaan ikrar oleh perangkat kelurahan dan kecamatan serta tokoh masyarakat.

Camat Tegal Timur, Zainal Ali Mukti, mengatakan pembentukan kampung ini tidak terlepas dari peran masyarakat setempat yang sangat peduli dengan masa depan generasi muda untuk menyelamatkan mereka dari bahaya narkoba.

"Ini tidak lepas dari peran serta masyarakat untuk bertekad memerangi narkoba. Semoga di kelurahan lain juga dicanangkan hal serupa," imbuhnya.(mam)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul BNN Canangkan Kampung Antinarkoba Pertama di Kota Tegal, http://jateng.tribunnews.com/2018/07/20/bnn-canangkan-kampung-antinarkoba-pertama-di-kota-tegal#.
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Share:

Thursday, March 15, 2018

Punya Kampung Anti Narkoba, Kelurahan Serua Ciputat Dikunjungi Wakil Bupati Agam

TANGERANGNEWS.com-Wilayah RW 03 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel yang selama ini dikenal sebagai salah satu kampung anti narkoba di Tangerang Selatan mendapat kunjungan dari tokoh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2018) siang. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, didamping Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi, Dandim 0304 Agam Letkol Salim Kurniawan beserta rombongannya tersebut guna mengadopsi upaya pencegahan dan penangkalan peredaran narkoba di wilayah Serua untuk diterapkan di wilayah Kabupaten Agam. “Upaya mencegah dan menangkal, kita sedang mencoba meniru, kita kombinasikan sesuai kondisi yang sudah kita jalankan di kabupaten Agam,” kata Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, Kamis (14/3/2018) di Kampung Anti Narkoba RW 03 Kelurahan Serua, Ciputat. Diterangkannya, rencana membebaskan Kabupaten Agam dari bahaya narkoba sejalan dengan programnya untuk menjadikan wilayahnya sebagai Nagari Madani. “Kami berupaya menjaga dari penyakit masyarakat, salah satunya dari bahaya pornografi, porno aksi, miras dan narkoba. Kami lakukan berbagai pendekatan-pendekatan kebudayaan dan spiritual,” katanya. Pihaknya mengaku resah dengan kian maraknya peredaran narkotika dari tahun ke tahun di wilayah Agam yang merupakan wilayah perbatasan antara Kota Medan dan Bukit Tinggi. Selain melalui pendekatan sosial, pemkab Agam juga berupaya melakukan pendekatan spiritual keagamaan untuk membebaskan belenggu masyarakat dari jerat narkoba. “Kami juga datangi Tasikmalaya ke Pesantren Suralaya, Abah Anom, untuk mempelajari bagaimana pencegahan melalui pendekatan spiritual,” kata dia. Sementara itu, Lurah Serua Tomy Edwardi Patria menjelaskan, pembentukan kampung anti narkoba di wilayahnya tersebut sudah tercetus sejak tahun 2016 lalu. Dirinya mengatakan dengan adanya Kampung anti narkoba tersebut ingin mencegah masuknya Narkoba ke wilayahnya tersebut. “Kampung narkoba ini bukan berati tidak ada narkobanya, tapi karena kami ingin mencegah datangnya narkoba ke kampung kami, kami tangkal, kami lenyapkan supaya tidak ada lagi narkoba yang masuk di kampung kami,” kata Tommy.(RAZ/RGI)

Sumber:
http://tangerangnews.com/tangsel/read/23164/Punya-Kampung-Anti-Narkoba-Kelurahan-Serua-Ciputat-Dikunjungi-Wakil-Bupati-Agam
Share: